Rabu, 29 Desember 2010

TAHUN 2010, TAHUN TERPANAS SEPANJANG 130 TAHUN


NASA mencatat tahun 2010 merupakan tahun terpanas sepajang 130 tahun dengan rata-rata temperatur suhu mencapai 14,64 derajad celcius baik di  darat maupun laut. Sesuai perhitungan NASA, suhu global diperoleh dengan mengkombinasikan suhu rata-rata di darat dan laut dalam satu tahun.
Sejak Desember, 2009 November 2010, NASA mencatat rata-rata suhu global di darat dan laut mencapai 14,64 derajad celcius. Angka 0,65 derajad celcius lebih tinggi dibandingkan rata-rata suhu global antara tahun 1951 dan 1980 yang umum digunakan oleh ilmuwan sebagai basis perbandingan. (Sumber: Kompas).

Kenaikan suhu ini disebabkan oleh mencairnya es di kawasan Arktika. Pada November suhu di kawasan kutub utara ini mencapai 10 derajad Celcius diatas normal, seperti yang dikutip Hensen, Pakar Iklim NASA pada Kompas. Ia mengatakan perairan yang tidak ditutupi es akan menyerap sinar matahari lebih banyak dibandingkan dengan kawasan yang tidak terselumuti es karena es akan mematulkan kembali sebagian radiasi ke atas/ langit. 

Kenaikan suhu yang berlangsung ini menggambarkan adanya perubahan iklim. Oleh karena itu, diselenggarakan Konferensi Perubahan iklim di Cancun, (11/12) yang membahas penyelamatan dunia akibat adanya pemanasan global. Tetapi disayangkan, konferensi ini belum dapat mencapai kesepakatan penyelematan bumi dari perubahan iklim, seperti yang diuangkapkan Direktur Kebijakan Iklim Green peace International Wendel Trio, seperti yang dikutip Kompas. 

Konferensi Perubahan Iklim di Cancun, Meksiko telah sepakat untuk menentukan langkah-langkah untuk mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim. Kesepakatan  itu membahas bantuan dana dari negara kaya kepada negara miskin. Namun, kesepakatan untuk memotong emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi masih sulit dicapai. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar