Aku dilahirkan di sebuah keluarga kecil yang berbahagia, hanya berjumlah empat orang, Aku, Orang Tuaku,dan adikku. Aku bersyukur memiliki mereka. Mereka selalu membuat Aku selalu tersenyum ketika Aku sedang sedih. Mereka seakan-akan hiburan gratis buat Aku.
Mereka, tempat aku menceritakan semua beban yang ada di otakku. Aku merasa lega, dapat berbagi cerita dengan mereka. Aku tak perlu pergi ke psikolog atau mengeluarkan uang untuk membeli diary, cukup dengan mereka aku merasa nyaman, lega, dan bahagia.
Kadangkala, mereka memberikan rasa nano-nano dalam hidupku. Tak jarang, Aku sering emosi dengan mereka, meluapkan kekesalan dan kekecewaanku kepada mereka, tetapi itu semua wujud keterbukaanku dengan keluargaku. Ketika, aku sedang kesal, mereka tak lelah untuk mendengarkan dan menasehati Aku.
Tuhan memberikan hadiah terbesar buat aku yang tak ada nilainya. Keluargaku memang obat penguatku. Aku bisa tegar melewati semua apa yang terjadi dalam hidup ini karena keluargaku. Mungkin, aku terlalu lebay, tapi biarkan saja memang seperti itu kenyataannya yang terjadi dalam keluargaku.
Waktu telah berputar cepat, Aku pun sudah beranjak dewasa. Tetapi, saat aku lagi senang menjadi sosok orang dewasa, Aku kehilangan ibuku. Yah, Ibu yang selalu tersenyum dan sabar buat Aku telah pergi selamanya. Aku sangat kehilangan Beliau. Tapi, aku sadar, aku masih punya Bapak dan Adikku. Merekalah yang selalu menjadi motor hidupku saat ini. Tiga kata yang aku ingin sampaikan I Love You
toooppppp.. ririn emang sayang keluarga neh.. aku salut ma semangat hidupmu rin... tak kenal menyerah dan putus asa..
BalasHapusHei.. Ririn punya blog? Hehe.. Maen ya ke blogku.. Clararch02.blogspot.com
BalasHapusgede amat pic nya...ha ha ha ha.....
BalasHapus